Ketahui Perbedaan Jasa Bangun Rumah Kontraktor dan Pemborong

    Home/Properti / Ketahui Perbedaan Jasa Bangun Rumah Kontraktor dan Pemborong
Ketahui Perbedaan Jasa Bangun Rumah Kontraktor dan Pemborong

Ketahui Perbedaan Jasa Bangun Rumah Kontraktor dan Pemborong

Posted in Properti admin 0

Saat kamu akan membangun rumah atau merenovasinya, kamu bisa menggunakan jasa bangun rumah dengan kontraktor atau pun dengan pemborong. Sebelum kamu memilih jasa yang akan digunakan, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara kedua jasa ini.

Apa Perbedaan Cara Kerja Kontraktor dan Pemborong?

Perbedaan dari cara kerja kontraktor dengan pemborong yaitu kontraktor mempunyai penawaran yang baik dari pengalaman yang dimilikinya. Sesuatu yang lebih adalah pengalaman mereka yang malang melintang di dunia konstruksi.

Kelebihan dari jasa kontraktor juga karena sudah memiliki lisensi dan sertifikasi resmi atas keahliannya. Jika menggunakan kontraktor, kamu akan bertemu untuk membahas rencana anggaran biaya (RAB) dan surat perjanjian kontrak kerja (SPK) sampai terjadi kesepakatan.

Setelahnya akan dilakukan survey ke lokasi yang akan dibangun rumah. Survey dilakukan dengan sangat detail sebagai perhitungan SPK yang akurat. Apa pun kendala selama proses pembangunan, kamu selaku konsumen bisa merujuk dengan jelas kepada SPK yang telah disepakati nantinya.

Perbedaan signifikan antara pemborong dan kontraktor adalah pemborong tidak memiliki izin usaha yang artinya tidak berbadan resmi dari hukum. Jasa pemborong tidak memiliki perjanjian hitam di atas putih seperti yang ada pada kontraktor. Kamu lebih mudah sebelum proses pembangunan dimulai.

Tidak menghabiskan banyak waktu untuk membahas rencana anggaran biaya atau pun surat perjanjian kontrak kerja. Namun, jasa pemborong memiliki risiko perselisihan biaya dan penipuan tetapi kamu tidak bisa melakukan penuntutan ke jalur hukum. Dalam artian pertanggungjawaban dari pemborong tidak sekuat kontraktor.

Bagaimana Perbedaan Sistem Pembayaran Kontraktor dan Pemborong?

Kontraktor memiliki dua sistem pembayaran yaitu sistem termin atau bertahap yang dibayar sesuai dengan progres proyek sebanyak empat tahap. Pembayaran tahap pertama sebesar 20-30% dari nilai kontrak kerja yang telah disepakati. Pembayaran berikutnya dilakukan ketika pembangunan sudah mencapai 50%. Selanjutnya dilanjutkan sesuai kesepakatan.

Cara pembayaran kedua dengan cost and fee. Pembayaran dilakukan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan setiap bulannya sedangkan pemborong sistem pembayaran dilakukan per hari sesuai dengan kesepakatan besaran upah pekerja yang telah disepakati sebelum pembangunan dimulai.

Selain itu pembayaran pemborong bisa ditentukan secara keseluruhan dengan bahan bangunan yang digunakan atau hanya membayar upah pekerja. Kamu yang menyediakan seluruh material bangunan yang dibutuhkan.

Pembayaran upah pemborong juga bisa dilakukan sesuai dengan luas bangunan sehingga kamu bisa mengganti desain sesuai keinginan kamu. Saat menggunakan jasa kontraktor dan pemborong, sebaiknya mencari yang dapat diajak bernegosiasi dalam kesepakatan pembangunan.

Jasa bangun rumah yang kamu pilih sebaiknya yang memiliki reputasi terjamin baik menggunakan kontraktor atau pun pemborong. Sebelum membangun rumah kamu perlu memilih desain yang diinginkan dan telah mengestimasikan anggaran yang akan keluar. Secara bertahap siapkan juga perlengkapan rumah yang akan digunakan pada rumah baru kamu nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: